Agen Judi, Agen Bola, Agen Casino, Agen Poker, Agen Togel
0

Prajurit AS Mengaku Selundupkan Senjata Ilegal untuk Paspampres RI

Gopoker77 – Seorang prajurit Tentara Amerika Serikat mengaku terlibat dalam skema penyelundupan senjata untuk Pasukan Pengamanan Presiden Indonesia (Paspampres). Prajurit bernama Audi Sumilat itu kini menjalani sidang dakwaan di pengadilan federal.

Sumilat dan 3 orang rekannya merencanakan penyelundupan ini pada Oktober 2014 ketika mereka mengikuti pelatihan di Fort Benning, Georgia. Demikian dikutip dari situs Kantor Jaksa Amerika Serikat, District of New Hampshire, Kamis (7/7/2016).

Bandar Keliling, Bandar Q, Capsa Susun, Cara Bermain Capsa Susun, Cara bermain Domino QQ, Cara Bermain Poker, Domino QQ teraman, Judi Uang Asli, Poker Indonesia, Poker Online Terpercaya, Poker Teraman, Poker Uang Asli, Sabung Ayam, Slot Game, Trik Baca Kartu Lawan, Trik Jitu Poker, Trik Menang Poker Online

Sumilat mengaku bahwa pada September dan Oktober 2015, dia membeli beberapa senjata api di Texas untuk anggota Paspampres. Anggota Paspampres itu disebutkan tidak bisa membeli sendiri senjata api secara legal.

Kepada penjual senjata api, Sumilat mengaku sebagai pembeli sebenarnya meskipun kemudian dia menyerahkan senjata api itu ke Paspampres. Senjata api lalu dikirim ke koleganya di New Hampshire.

Senjata api itu diserahkan kepada anggota Paspampres yang sedang melakukan perjalanan dinas di Washington DC dan di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Saat melakukan aksinya, Sumilat mengetahui bahwa para anggota Paspampres akan membawa senjata yang dibeli secara ilegal itu dari AS ke Indonesia.

Sesuai aturan, Sumilat seharusnya mengantongi lisensi khusus untuk menjual senjata ke luar negeri. Namun, dia tidak memiliki surat itu.

Jaksa negara bagian New Hampshire, Emily Gray Rice mengatakan bahwa penyelundupan senjata ke luar negeri kerap dilakukan untuk kegiatan melawan hukum. Penyelundupan senjata secara internasional akan dituntut secara maksimal.

Berita Terkait  4G Melecut Monster di Industri Audio

“Fakta bahwa anggota pasukan keamanan negara lain adalah penerima manfaat langsung dari skema ini memperlihatkan tantangan unik dalam penyelidikan ini,” kata Rice.

Vonis untuk Sumilat dijadwalkan pada 11 Oktober 2016 mendatang. Dia terancam hukuman maksimal 5 tahun dan denda US$ 250.000.

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Brigadir Jenderal (Mar) Bambang Suswantono belum mengetahui perkara dugaan pembelian senjata ilegal yang dilakukan anggotanya di Amerika Serikat. Hal tersebut dikatakannya kepada CNN Indonesia.com, Kamis (7/7) kemarin.

“Saya belum tahu perkara itu,” ucapnya melalui pesan singkat.

 

Support By Gopoker77.com :

  1. Poker Online Terpercaya
  2. Poker Teraman
  3. Poker Indonesia
  4. Poker Uang Asli
  5. Domino QQ teraman
  6. Capsa Susun
  7. Bandar Q
  8. Bandar Keliling
  9. Judi Uang Asli
  10. Cara Bermain Poker
  11. Cara bermain Domino QQ
  12. Cara Bermain Capsa Susun
  13. Trik Jitu Poker
  14. Trik Menang Poker Online
  15. Trik Baca Kartu Lawan
Agen Judi, Agen Bola, Agen Casino, Agen Poker, Agen Togel

GoPoker77

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *